RILISID, Bandar Lampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) berkolaborasi dengan Universitas Lampung (Unila) menggelar pengabdian kepada masyarakat (PKM) program kemitraan masyarakat dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristekdikti.
Kegiatan yang dihadiri mitra PKM, Evran Wijaya dan 14 anggota kelompok ewak pond, dilaksanakan pada 13 Juli dan 9 September 2024.
Tim dari PKM ini adalah Debby Alita, M.Cs., Ade Surahman, M.Kom., Dr. Munti Sarida, S.Pi., M.Sc. Selain itu juga melibatkan mahasiswa aktif yakni Muhammad Arief Martadinata, Ryan Adjie Prasetyo, Muhammad Rohili, Puspita Putri.
“PKM ini mengedukasi bagi seluruh kelompok ewak ponds dan masyarakat setempat mengenai budidaya ternak ikan tawar baik pemula maupun yang sudah lama berkecimpung pada budidaya ikan tawar,” ujar Debby Alita dalam keterangannya, Rabu (11/9/2024).
Penerapan alat teknologi berbasis Internet of Things (IoT) pada ewakpond. IoT adalah konsep, di mana objek-objek fisik atau hal-hal dalam lingkungan sehari-hari terhubung ke internet atau jaringan komunikasi lainnya dan dapat saling berkomunikasi dan bertukar data secara otonom.
Konsep ini melibatkan penggunaan sensor, perangkat lunak, dan teknologi lainnya untuk mengumpulkan data dari lingkungan sekitar, mentransmisikan data tersebut melalui jaringan, dan mengizinkan objek-objek tersebut berinteraksi dengan lingkungan dan manusia.
Penerapan IoT pada kolam ikan tawar bisa sangat membantu dalam mengoptimalkan pengelolaan kolam dan meningkatkan hasil panen.
Dengan penerapan IoT, peternakan ikan tawar menjadi lebih efisien, biaya operasional bisa ditekan, dan hasil panen dapat meningkat secara signifikan.
Ewak Pond merupakan kelompok budidaya kolam ikan tawar milik masyarakat setempat yang berlokasi di pekon patoman kecamatan pagelaran kabupaten pringsewu. Bapak Evran yang merupakan ketua kelompok dari ewak pond, ewak pond memiliki 14 anggota dengan jumlah 20 kolam ikan yang dibudidayakan yaitu terdiri dari ikan lele, ikan nila dan ikan gurame. Ukuran dari masing-masing kolam bervariatif mulai dari 4×3 dan 3×3.
Edukasi tentang budidaya ikan tawar memiliki beberapa tujuan penting yang dapat berdampak positif baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan yakni meningkatkan keterampilan dan pengetahuan individu tentang teknik budidaya ikan tawar, mulai dari persiapan kolam, pemilihan bibit, pemberian pakan, hingga pemeliharaan air dan kesehatan ikan. Universitas Teknokrat Indonesia juga memberikan teknologi berupa teknologi berbasis Internet of Things sehingga memudahkan beberapa pekerjaan peternak seperti pemberian pakan otomatis lalu memudahkan peternak juga dalam mengecek ph air secara realtime sehingga peternak tidak perlu meraba sendiri kondisi ph air atau tidak perlu lagi menggunakan pengukur ph air secara manual dengan menggunakan kertas.
Dampak dari kegiatan ini adalah dengan meningkatkannya pengetahuan yang didapat oleh kelompok budidaya ikan tawar ewak pond dengan dibuktikan dari hasil pretest dan postest yang mengalami peningkatan nilai 100% terjawab benar pada saat postest. Seluruh peternak sangat berharap program ini dapat bersifat berkelanjutan karena kolamnya masih banyak memerlukan sentuhan teknologi terbaru. (*)